Penjualan alat berat pada tahun ini mengalami penurunan, tetapi PT United Tractor Tbk menargetkan pendapatan tahun ini Rp 28 triliun-Rp 30 triliun. Adapun pendapatan tersebut meningkat sekitar 0,5% sampai 7,5% dibanding pendapatan tahun lalu Rp 27,9 triliun.
Menurut Direktur Keuangan United Tractor Gideon Hasan, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut sebagian berasal dari bisnis PT Pama Persada, salah satu anak perseroan di bidang kontraktor pertambangan. Adapun penjualan alat berat akan tumbuh pulih tahun 2010 seiring dengan perkiraan membaiknya perekonomian global, khususnya bisnis disektor perkebunan. Untuk itu pada sektor perkebunan memberikan pengaruh signifikan kepada United Tractor karena sekitar 20% alat berat perseroan dijual ke perusahaan perkebunan. Dan kinerja keuangan perseroan tahun depan diperkirakan akan meningkat sekitar 10 persen, Pendapatan perseroan, misalnya, diperkirakan mencapai Rp 30 triliun-Rp 33 triliun.
Dengan memperoleh pendapatan sebesar itu, United Tractor akan menganggarkan belanja modal sebesar 430 juta dollar AS atau sekitar Rp 4 triliun. Dan sebanyak 30 juta dollar AS dari modal itu diperuntukan bagi United Tractor sebagai induk perusahaan dan sekitar 400 juta dollar AS untuk anak perusahaan perseroan, khususnya Pama Persada.
Adapun menurut Direktur Operasional PT Astra Agro Lestari Tbk Tonny Hermawan mengatakan, tahun ini perseroan tengah membangun dua buah pabrik CPO di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Dan tahun 2010, perseroan akan kembali membangun dua pabrik CPO lagi yang juga berlokasi di Kaltim dan Kalteng. Sampai Oktober 2009, total produksi CPO perseroan telah mencapai 859 ton atau 8,4% lebih tinggi dari pencapaian per Oktober 2008 sebesar 792 ton. Namun, dalam periode yang sama harga rata-rata penjualan CPO perseroan turun dari Rp 7.709 per kg jadi Rp 6.929 per kg.