|
PLTU Tanjung Awar Raih Dana US$371 Juta (14 December 2009)
|
Bank of China (BOC) memberikan fasilitas kredit untuk pendanaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Awar-awar, Tuban, Jawa Timur, senilai US$371 juta. Menurut Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Fahmi Mochtar, penandatanganan pemberian fasilitas kredit tersebut dilaksanakan hari ini. "Fasilitas ini bertenor 13 tahun, termasuk masa tenggang tiga tahun dengan suku bunga berbasis LIBOR," kata melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin, 14 Desember 2009. Dengan ditandatanganinya pendanaan ini, kata dia, kebutuhan untuk 10 lokasi PLTU di Jawa Bali dan 23 lokasi PLTU di luar Jawa Bali sudah terpenuhi, sehingga PLN dapat berkonsentrasi memicu pembangunannya untuk mengatasi krisis listrik. "Sisanya dua lokasi di Maluku dan Papua masih proses retender," ujar Fahmi. Penandatanganan itu, Fahmi menambahkan, menuntaskan pendanaan dalam rangka proyek PLTU 10 ribu Megawatt (MW) yaitu sebesar US$4,93 miliar dan Rp 19,61 triliun. Selain itu, dia mengaku pada tahun ini proyek PLTU Labuan 2x300 MW dan Rembang 1x300MW akan segera masuk sistem kelistrikan. Sedangkan lainnya akan menyusul di tahun depan (2010). Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia turut memberikan pendanaan untuk proyek-proyek PLTU seperti PLTU Kalimatan Barat 2x50 MW senilai US$62 juta dan Rp 392 miliar, PLTU Bengkalis, Riau 2x10MW US$8,4 juta + Rp 132 miliar, PLTU Selat Panjang, Riau 2x7 MW US$9,2 juta + Rp 111 miliar, serta PLTU Balai Karimun, Riau 2x7 MW dengan nilai US$7 juta dengan tenor 10 tahun, termasuk masa tenggang tiga tahun berbasis JIBOR.
|
| (Sumber : www.vivanews.com, Senin, 14 Desember 2009) |
|
|